forum komunikasi untuk civitas akademik sman 2 jombang, mulai dari guru, karyawan, siswa, dan alumni

Login

Lupa password?

December 2016

MonTueWedThuFriSatSun
   1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031 

Calendar Calendar

Gallery


Latest topics

» lanjut..
by prawido Fri Jul 19, 2013 1:31 am

» Perkenalan dan Salam Untuk Rekan Semua
by prawido Fri Jul 19, 2013 1:27 am

» Avacs Live Chat
by not Mon Jun 11, 2012 8:24 pm

» perkenalan
by Handayani Eka B. Tue Apr 24, 2012 11:35 pm

» Assalamu'alaikum Wr. Wb.
by dienzuhrie_ipa5 Sat Feb 18, 2012 3:20 pm


    Shorinji Kempo

    Share

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 10:24 am

    Dari pada sepi, cerita aja ah ... study


    _________________

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 10:26 am

    I. Munculnya aliran Shaolin

    Di dataran Tiongkok dahulu ada empat partai silat terbesar, yaitu Siauw Liem Pay, Bu Tong Pay, Go Bi Pay dan Kun Lun Pay. Bagi teman-teman yang gemar membaca serial silat yang ditulis oleh Kho Ping Ho tentu tidak asing lagi dengan nama-nama ini.

    Kungfu Siauw Liem Pay diajarkan di biara-biara Siauw Liem (Shaolin), biara Buddha aliran Zen, atau disebut Zen Buddhisme. Biara dalam bahasa Tiongkok disebut Sie atau Shi, sehingga biara Siauw Liem (Shaolin) disebut Siauw Liem Sie (Shaolinshi).

    Pendiri aliran kungfu Siauw Liem yang sangat legendaris ini adalah Boddhidharma atau Ponitorm, yang di Cina dikenal dengan nama Tatmo Chowsu dan di Jepang dikenal dengan nama Daruma atau Dharma Taishi. Ia adalah seorang pendeta Buddha terkenal yang juga merupakan putra Raja India Selatan. Boddhidharma yang berasal dari Baromon India ini meninggalkan kemewahan istana dan mengembara ke Cina sekitar tahun 540 Masehi untuk menyebarkan dan membetulkan agama Budha yang dianggapnya menyimpang selama ini di Kerajaan Liang dibawah Kaisar Wu.

    Karena berbeda pandangan dengan Kaisar Wu mengenai agama Budha, ia diusir dan kemudian mengasingkan diri di sebuah kuil yang sudah rusak di pegunungan Sung di bagian selatan Loyang, ibukota Kerajaan Wei. Kuil ini sudah dibangun bertahun-tahun sebelumnya di sebuah lokasi kebakaran hutan. Saat dibangun, para pekerja kebun menanam beberapa pohon jenis baru. Karenanya kuil tersebut diberi nama Shaolin (bahasa Mandarin) atau Si Lim (bahasa Kanton) yang artinya hutan baru. Di situlah ia melanjutkan pengajarannya dalam agama Budha dan menjadi cikal bakal sekte Zen. Awalnya Boddhidharma ditolak oleh para pendeta di kuil itu. Ia lalu memutuskan untuk bermeditasi (zazen) di gua dekat biara. Setelah sekitar 9 tahun bersemedi, para pendeta kemudian menerimanya.

    Boddhidharma melihat kondisi fisik dan kesehatan para pendeta pada waktu itu kurang baik. Karena kondisi seperti itu, para pendeta sampai tidak bisa melakukan meditasi. Boddhidharma pun melatih mereka supaya kondisi kesehatan kembali prima. Selain itu, bertambah banyaknya murid-murid di biara Siauw Liem membuat beberapa orang tidak senang sehingga muncul beberapa gangguan, termasuk gangguan dari para penyamun. Latihan olahraga sekaligus ilmu beladiri yang dia ajarkan disusun dari ilmu beladiri dari Hindustan yang dia kuasai digabung dengan kungfu Cina purba yang diatur dengan ilmu pernafasan Kamfahama Yoga Dahtayana.

    Dia pun memberikan Buku Kekuatan Fisik kepada murid-muridnya, suatu buku petunjuk mengenai latihan fisik. Buku ini mengajarkan teknik pukulan yang dinamakan 18 Arhat, yang kemudian menjadi terkenal sebagai Shaolin Chuan.

    Ketika para pendeta biara Siauw Liem mempergunakan teknik beladiri ini saat menolong masyarakat, orang-orang sangat kagum dengan kelihaian para pendeta dalam memainkan teknik beladiri baru ini. Maka orang-orang menyebutnya sebagai ilmu beladiri dari biara Siauw Liem, dalam bahasa mereka disebut Siauw Liem Sie Kungfu atau Shaolinshi Kungfu.


    Terakhir diubah oleh AgusWin tanggal Fri Jan 08, 2010 8:50 am, total 1 kali diubah


    _________________

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 10:32 am

    II. Shaolin dan Butong

    Selain aliran Shaolin, saat ini yang masih eksis adalah aliran Butong. Kalau Siauw Liem (Shaolin) basisnya agama Buddhisme, kalau Butong (Wutang / Wudang) basisnya agama Taoisme.

    Pada jaman Dinasti Sung (920-1279 M) ada seorang ahli ilmu bela diri yang sangat terkenal yang bernama Chang Sang Feng (Thio Sam Hong). Pada awalnya Chang belajar ilmu bela diri pada Shaolinshi, kemudian mengasingkan diri di gunung Wutang (Butong). Di tempat inilah dia mengamati macam-macam gerakan binatang, seperti kera, burung bangau dan ular. Berdasarkan pengamatannya, dia menciptakan gaya perkelahian yang khas dengan pribadinya yang disebut Bu Tong Pay.

    Chang mengajarkan supaya menerima pukulan lawan dengan gaya lemah gemulai seperti air yang mengalir dan menyerang dengan satu kepastian untuk mengakhiri perlawanan dengan sekali pukul. Ciptaannya didasari dengan gagasan tentang harus adanya gerak melingkar yang luwes dan gerakan ujung yang tajam. Gaya aliran Wutang ini segera tersebar merata di seluruh wilayah Cina bagian utara, yang pada masa kemudian akan berkembang menjadi Taichi Chuan, Hsing I Chuan dan Pakua Chuan.

    Sistem internal dalam kungfu aliran Butong yang sangat terkenal hingga saat ini adalah Tai Chi Chuan (Taijiquan). Tentu kita tidak asing dengan istilah Tai Chi, apalagi pernah diangkat dalam film layar lebar yang dibintangi oleh Jet Lee, Tai Chi Master.

    Ada yang berpendapat, aliran Shaolin berawal dari keras menuju lembut, sebaliknya aliran Butong berawal dari lembut menuju keras. Kelembutan gerakan Tai Chi cenderung selalu membulat dan mengalir. Senjata favorit aliran Shaolin adalah toya (tongkat panjang), sedangkan aliran Butong adalah golok, tapi ada yang berpendapat pedang.

    Di berbagai cerita, termasuk komik, banyak anekdot yang menggambarkan persaingan antara pendekar Shaolin dan pendekar Butong.


    _________________

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 10:43 am

    III. Pecahnya aliran Shaolin

    Di tahun 1900-1901, di Cina meletus perlawanan rakyat menentang masuknya Kolonialisme Barat. Pemberontakan di awal abad ke 20 itu akhirnya menjadi gerakan nasional yang disokong Ratu Tze Shi, yang juga ingin membersihkan tanah airnya dari penjajahan Barat. Dalam peperangan yang dikenal dengan istilah Perang Boxer ini, para pendekar turut berperan aktif dalam berjuang di medan laga, termasuk para pendekar Siauw Liem Sie (Shaolinshi).

    Penjajah mengejar dan membunuh pengikut Dharma Taishi, organisasinya dilarang, biara-biara Siauw Liem (Shaolin) dirusak, dibakar dan dihancurkan. Para pendeta yang sempat meloloskan diri ke arah timur dan selatan, lalu mengajarkan aliran Siauw Liem (Shaolin) kepada pedagang-pedagang dari Okinawa, Taiwan dan Muangthai. Ada juga yang ke arah utara, masuk ke suku Lama dan suku Wigu. Karena tidak terorganisasinya kesatuan, maka penyebaran Siauw Liem Sie Kungfu mulai membentuk seni beladiri baru.

    Mereka yang melarikan diri ke Muangthai yang cenderung menguasai teknik kasar, yaitu pukulan dan tendangan, mempengaruhi perkembangan beladiri yang ada di negeri tersebut sehingga muncullah Thai Boxing. Ajaran Siauw Liem Sie Kungfu teknik kasar juga mempengaruhi seni beladiri yang ada di Okinawa, yang saat itu belum jadi wilayah Jepang. Maka di Okinawa timbullah seni beladiri yang dinamakan Okinawate yang kemudian berkembang hingga muncul Karate.

    Mereka yang melarikan diri ke pulau-pulau Jepang lainnya dan menguasai teknik lunak, yaitu bantingan dan kuncian, juga mempengaruhi seni beladiri yang ada di daerah-daerah tersebut dan muncullah Jujitsu yang dikemudian hari lahir pula Aikido dan Judo.


    Terakhir diubah oleh AgusWin tanggal Fri Jan 08, 2010 9:02 am, total 1 kali diubah


    _________________

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 10:54 am

    IV. Shaolin dan Karate, Jujitsu, Judo, Aikido

    Pengaruh ilmu beladiri dari Cina ini dengan cepat sekali menjalar ke seluruh Kepulauan Okinawa. Melalui ketekunan dan kekerasan latihan, rakyat Okinawa berhasil mengembangkan sejenis gaya dan teknik berkelahi yang baru yang akhirnya melampaui sumber aslinya. Aliran-aliran seni beladiri Te (aslinya Tode atau Tote) di Okinawa terbagi menurut nama daerah perkembangannya menjadi Naha Te, Shuri Te, dan Tomari Te. Naha Te mirip dengan seni beladiri Cina aliran selatan, khususnya dalam pola gerakan yang dilaksanakan dengan gaya yang kokoh dan sangat tepat bagi orang yang bertubuh besar. Shuri Te mirip dengan seni beladiri Cina aliran utara yang pola gerakannya lebih menekankan kegesitan dan keringanan tubuh.

    Di Jepang sendiri juga telah ada pola beladiri sejak jaman dulu. Di antaranya yang sangat terkenal sampai saat ini ialah gulat Sumo. Dahulu Sumo sifatnya sangat keras dan ganas, dimana para pesertanya diperbolehkan saling pukul dan tendang dan secara mental memang sudah siap mati. Baru pada abad ke-8, pukulan dan tendangan yang mematikan tidak diperbolehkan lagi. Pertandingan Sumo kemudian sudah sangat mirip dengan pertandingan Sumo pada masa sekarang ini.

    Di bawah pengaruh dan bimbingan Chen Yuan Pao, aliran Jujitsu atau seni beladiri aliran lunak didirikan oleh beberapa tokoh beladiri Jepang. Konsep bahwa kelunakan dapat mengalahkan kekerasan dinyatakan berasal dari Cina, dan aliran ini mengembangkan pengaruhnya yang penting pada pola beladiri lainnya, diantaranya yang sangat populer ialah Judo yang didirikan oleh Jigoro Kano. Karena keuletannya untuk meneliti, melatih, dan mengembangkan diri, Judo telah berhasil diterima merata di seluruh Jepang sebagai satu cabang olahraga modern.

    Pada tahun 1923, Gichin Funakoshi yang lahir di Shuri, Okinawa pada tahun 1869 untuk pertama kalinya memperagakan Te atau Okinawa Te ini di Jepang. Berturut-turut kemudian pada tahun 1929 tokoh-tokoh seperti Kenwa Mabuni, Choyun Miyagi berdatangan dari Okinawa dan menyebarkan karate di Jepang. Kenwa Mabuni menamakan alirannya Shitoryu, Choyun Miyagi menamakan alirannya Gojuryu, dan Gichin Funakoshi menamakan alirannya Shotokan.

    Okinawa Te ini yang telah dipengaruhi oleh teknik-teknik seni bela diri dari Cina, sekali lagi berbaur dengan seni beladiri yang sudah ada di Jepang, sehingga mengalami perubahan-perubahan dan berkembang menjadi Karate seperti sekarang ini. Berkat upaya keras dari para tokoh ahli seni bela diri ini selama periode setelah Perang Dunia II, Karate kini telah berkembang pesat ke seluruh dunia dan menjadi olah raga seni beladiri paling populer di seluruh dunia. Masutatsu Oyama kemudian secara resmi mendirikan aliran Karate baru yang dinamakan Kyokushin pada tahun 1956.


    _________________

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 11:04 am

    V. Shaolin dan Shorinji Kempo

    So Doshin, lahir tahun 1911 di sebuah desa yang terletak di bukit di atas kota Okayama, Jepang. Pada usia 17 tahun dia ditugaskan oleh pemerintah Jepang untuk menjadi agen khusus di Cina. Dalam suatu catatan sejarah, So Doshin saat itu merupakan anggota pasukan ekspedisi tentara Jepang yang dikirim ke Manchuria, wilayah Cina timur laut, pada tahun 1928. Tugas-tugasnya menyebabkan dia bertemu dengan beberapa orang yang berada di tempat persembunyian, sehingga dia dapat mempelajari ilmu beladiri Cina dari para guru yang bersembunyi akibat Perang Boxer.

    Setelah berlatih secara intensif di bawah asuhan Wen Tay Sun yang merupakan Mahaguru (Sihang) ke-20 di biara Siauw Liem (Shaolin), maka So Dosin dijadikan Mahaguru ke-21 di perguruan Yehemen Quan (Giwamonken) Shaolin Utara.

    Dari berbagai teknik beladiri yang dipelajarinya di Cina, dan tambahkan dengan ilmu beladiri yang dipelajari sebelumnya dari Jepang, dia menciptakan ilmu beladiri sendiri yang diberi nama Shorinji Kempo, yang sebenarnya merupakan pelafalan Siauw Liem Sie (Shaolinshi) Kungfu oleh orang Jepang.

    Tahun 1946 So Doshin kembali ke Jepang. Dia melihat masyarakat Jepang mengalami depresi mental dan kehilangan rasa percaya diri akibat kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Sebagai bentuk rasa nasionalisme, So Doshin mulai memberikan pendidikan kepada masyarakat. Ketika dia merasa bahwa hanya dengan kata-kata saja tidak berhasil, maka So Doshin membuka dojo untuk membangun kembali karakter dan moral masyarakat dengan menggunakan teknik Shorinji Kempo untuk menarik minat murid baru dan sebagai sarana untuk mengajarkan filosofi Zen Buddhisme.

    Pada tahun 1951 So Doshin mendirikan kuil Kongo Zen Sohonzan di kota Tadotsu, yang terletak di propinsi Kagawa di pulau Shikoku, dengan pelajaran utama Shorinji Kempo. Dengan hal itu dia bisa mengajarkan ilmu beladiri yang selama ini telah dilarang oleh Pasukan Sekutu pada masa perang. Dua tahun kemudian dia mendirikan Japan Shorinji Kempo Federation, dan tahun 1974 ia membentuk World Shorinji Kempo Organization (WSKO). Selama 33 tahun So Doshin mengabdikan hidupnya membina pemuda pemudi untuk menjadi manusia yang tangguh melalui pendidikan fisik dan filosofi.

    Pada bulan April 1980, So Doshin berkunjung ke biara Siauw Liem (Shaolin) dan disambut oleh para pendeta di sana. Sebuah monumen berupa patung dirinya hingga saat ini masih berdiri di halaman biara. Tanggal 12 Mei 1980 So Doshin meninggal dunia. Presiden WSKO digantikan oleh So Yuki, putrinya yang saat itu berusia 22 tahun. Dia telah menyusun sistem yang digunakan oleh polisi dan agen militer di Jepang. Shorinji Kempo bukan hanya dijadikan sebagai suatu ilmu beladiri dan pendidikan agama, tetapi juga sebagai lembaga yang berjuang untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang lebih baik.


    Terakhir diubah oleh AgusWin tanggal Thu Dec 12, 2013 5:13 pm, total 2 kali diubah


    _________________

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 11:21 am

    VI. Shaolin dan Thifan Po Khan

    Selain berkembang ke ke arah timur dan selatan hingga Okinawa, Jepang dan Muangthai, beladiri aliran Siauw Liem (Shaolin) ini juga berkembang ke arah utara hingga masuk ke daerah suku Lama di Tibet dan suku Wigu di Turkistan.

    Pada abad ke-12 Hijriyah, dakwah agama Islam masuk ke suku tersebut. Mereka yang telah menganut agama Islam kemudian menyesuaikan ilmu beladirinya dengan menghilangkan unsur-unsur ajaran agama Budha yang ada.

    Seorang pemuda bangsawan dari suku Taily yang bernama Je’nan (Tse’ Nan) datang ke tanah San Yu. Je’nan tidak pandai dalam ilmu beladiri, tetapi pandai dalam ilmu syara’ dan dikenal sebagai seorang ahund (ustadz). Ia kemudian bekerja di sebuah lanah (lembaga pendidikan).

    Suatu hari, dia mendengar ada suatu ilmu beladiri yang hebat. Ia pun tertarik walaupun belum pernah melihatnya secara langsung, hanya kabar angin dari murid-murid di lanah tersebut. Kemudian ia mendatangi tempat tersebut, ada sebuah ruangan besar berdinding tanah liat, ia melihat beberapa tamid (siswa perguruan beladiri) sedang turgul (latihan bertarung). Je’nan terkesan dan merasa senang melihatnya. Dalam hati Je’nan bertanya mengapa dirinya terlalu bodoh dalam ilmu beladiri dan mengapa dirinya menjadi seorang laki-laki lemah seperti perempuan penari kerajaan.

    Je’nan pun merenung tentang kegunaan ilmu beladiri, apalagi ia teringat pernah berdebat dengan seorang tentara kerajaan yang membenci Islam kemudian Je’nan ditampar dan diludahi mukanya. Semangat Je’nan bangkit, kemudian ia datang ke guru ilmu beladiri suku Wigu tersebut. Ia mempelajari dan mengkaji ilmu beladiri suku Wigu selama 6 bulan 9 hari. Kemudian Je’nan berguru secara pribadi ke seorang pendekar yang bernama Namsuit (Nam Choi) yang usianya lebih dari 100 tahun tetapi masih sanggup mematahkan rantai besi. Je’nan berguru dengan tekun kepada Namsuit selama bertahun-tahun hingga menjadi seorang pendekar.

    Je’nan kemudian mencoba ilmu beladiri yang telah dipelajarinya dengan mengajak latihan bertarung para siswa seangkatannya yang pernah mencemoohnya sewaktu berlatih bersamanya dulu. Hasilnya, tidak ada yang bisa mengalahkan Je’nan. Semenjak kejadian itu, Je’nan dianggap setara dengan guru, walaupun banyak yang heran karena selama ini Je’nan tidak pernah terlihat latihan ilmu bertarung.

    Berita kehebatan Je’nan tersebar luas. Karena Je’nan belum puas dengan ilmu beladiri yang dimilikinya, ia pun pergi mengembara ke arah timur, mendatangi guru-guru yang ditunjukkan oleh Namsuit kepadanya.

    Pada saat perjalannya sampai di daerah Kiti, Je’nan bertemu dengan seorang pendekar yang bernama Uzusat. Je’nan diajak bertarung olehnya di acara perayaan yang diadakan di istana Kiti Khan. Je’nan berhasil memenangkan pertarungan dan akhirnya Uzusat berguru kepada Je’nan. Je’nan pun juga sambil mempelajari teknik-teknik beladiri Uzusat saat bertarung. Uzusat mengatakan bahwa gurunya pernah berguru ke pendekar Shaolin di Cina.

    Dalam perjalanan pun, Je’nan rajin memperhatikan gerak-gerik dan pertarungan binatang. Ada pertarungan harimau putih dan harimau belang, juga binatang lainnya yaitu kucing, kera besar, panda, ayam sutra dan berbagai serangga. Juga kuda yang ia tunggangi yang kadang terperosok ke dalam tumpukan salju. Ia catat semuanya dalam sebuah kitab.

    Akhirnya Je’nan sampai di suatu daerah tempat seorang pendekar yang bernama Syukit. Syukit inilah pendekar yang dimaksudkan oleh Namsuit. Syukit memiliki sebuah kitab ilmu beladiri aliran Shaolin yang diperolehnya dari seorang pemabuk dari Cina. Je’nan meminta kitab itu setelah menukarnya dengan beberapa keping uang emas, karena Syukit adalah pendekar yang sangat miskin yang punya banyak hutang kepada tuan tanah.

    Kitab itu terbungkus dengan kulit yang sangat tebal dan berbahasa Cina. Je’nan bisa berbahasa Cina karena ibunya adalah orang Cina dan pernah mengajarkannya bahasa Cina kepadanya. Dipelajarinya kitab itu, sebagian diambil dan diubah bentuknya hingga terbentuk aliran beladiri yang diberi nama Shurulkhan, yang berarti siasat para bangsawan. Setelah berhasil mempelajari kitab tersebut, Je’nan kemudian memiliki 29 murid yang terdiri dari 20 orang tua dan 9 anak muda.

    Salah seorang murid Je’nan berkhianat. Dia memfitnah Je’nan kepada raja Qirat, sehingga sang raja memerintahkan pasukannya untuk menangkap Je’nan dan murid-muridnya. Melihat kedatangan tentara kerajaan tersebut, Je’nan dan para murid tua termasuk pendekar Namsuit yang saat itu berada di sana langsung bersiap menghadapinya sehingga terjadilah pertempuran. Namsuit memerintahkan Je’nan agar segera menyelamatkan diri. Akhirnya Namsuit dan para murid tua tewas dalam pertempuran itu.

    Dengan penuh luka, Je’nan menunggang kuda putihnya menyelamatkan diri, berpisah dengan 9 murid mudanya yang menjadi pewaris ilmu beladiri Surulkhan. Kemudian Surulkhan pecah menjadi 9 aliran, yaitu Payuk, Orluq, Tae Fatan, Bahroiy, Namsuit, Syirulgrul, Suyi, Krait dan Naiman. Di kemudian hari, 9 aliran ini disatukan kembali oleh seorang pendekar yang bernama Ahmad Syiharani hingga terbentuk aliran Syufu Taesyukhan dan Thifan Pokhan.


    Terakhir diubah oleh AgusWin tanggal Fri Jan 08, 2010 9:23 am, total 1 kali diubah


    _________________

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Mon Sep 15, 2008 11:24 am

    VII. Shaolin dan Silat Perisai Diri

    Pak Dirdjo (panggilan akrab RM Soebandiman Dirdjoatmodjo) lahir di Yogyakarta pada tanggal 8 Januari 1913 di lingkungan Keraton Paku Alam. Beliau adalah putra pertama dari RM Pakoe Soedirdjo, buyut dari Paku Alam II. Sejak berusia 9 tahun beliau telah dapat menguasai ilmu pencak silat yang ada di lingkungan keraton sehingga mendapat kepercayaan untuk melatih teman-temannya di lingkungan daerah Paku Alaman. Di samping pencak silat beliau juga belajar menari di Istana Paku Alam sehingga berteman dengan Wasi dan Bagong Kusudiardjo.

    Pak Dirdjo yang pada masa kecilnya dipanggil dengan nama Soebandiman atau Bandiman oleh teman-temannya ini, merasa belum puas dengan ilmu silat yang telah didapatkannya di lingkungan istana Paku Alaman itu. Karena ingin meningkatkan kemampuan ilmu silatnya, setamat HIK (Hollands Inlandsche Kweekschool) atau sekolah pendidikan guru, beliau meninggalkan Yogyakarta untuk merantau tanpa membawa bekal apapun dengan berjalan kaki. Tempat yang dikunjunginya pertama adalah Jombang, Jawa Timur.

    Di sana beliau belajar silat pada KH Hasan Basri, sedangkan pengetahuan agama dan lainnya diperoleh dari Pondok Pesantren Tebuireng. Di samping belajar, beliau juga bekerja di Pabrik Gula Peterongan untuk membiayai keperluan hidupnya. Setelah menjalani gemblengan keras dengan lancar dan dirasa cukup, beliau kembali ke barat. Sampai di Solo beliau belajar silat pada Sayid Sahab. Beliau juga belajar kanuragan pada kakeknya, Ki Jogosurasmo.

    Beliau masih belum merasa puas untuk menambah ilmu silatnya. Tujuan berikutnya adalah Semarang, di sini beliau belajar silat pada Soegito dari aliran Setia Saudara. Dilanjutkan dengan mempelajari ilmu kanuragan di Pondok Randu Gunting Semarang. Rasa keingintahuan yang besar pada ilmu beladiri menjadikan Pak Dirdjo masih belum merasa puas dengan apa yang telah beliau miliki. Dari sana beliau menuju Cirebon setelah singgah terlebih dahulu di Kuningan. Di sini beliau belajar lagi ilmu silat dan kanuragan dengan tidak bosan-bosannya selalu menimba ilmu dari berbagai guru. Selain itu beliau juga belajar silat Minangkabau dan silat Aceh.

    Tekadnya untuk menggabungkan dan mengolah berbagai ilmu yang dipelajarinya membuat beliau tidak bosan-bosan menimba ilmu. Berpindah guru baginya berarti mempelajari hal yang baru dan menambah ilmu yang dirasakannya kurang. Beliau yakin, bila segala sesuatu dikerjakan dengan baik dan didasari niat yang baik, maka Tuhan akan menuntun untuk mencapai cita-citanya. Beliau pun mulai meramu ilmu silat sendiri. Pak Dirdjo lalu menetap di Parakan dan membuka perguruan silat dengan nama Eko Kalbu, yang berarti satu hati.

    Di tengah kesibukan melatih, beliau bertemu dengan seorang pendekar Tionghoa yang beraliran beladiri Siauw Liem Sie (Shaolinshi), Yap Kie San namanya. Yap Kie San adalah salah seorang cucu murid Louw Djing Tie melalui Hoo Tik Tjay alias Suthur. Menurut catatan sejarah, Louw Djing Tie merupakan seorang pendekar legendaris dalam dunia persilatan, baik di Tiongkok maupun di Indonesia, dan salah satu tokoh utama pembawa beladiri kungfu dari Tiongkok ke Indonesia. Dalam dunia persilatan, Louw Djing Tie dijuluki sebagai Si Garuda Emas dari Siauw Liem Pay. Saat ini murid-murid penerus Louw Djing Tie di Indonesia meneruskan perguruan kungfu Garuda Emas.

    Pak Dirdjo yang untuk menuntut suatu ilmu tidak memandang usia dan suku bangsa lalu mempelajari ilmu beladiri yang berasal dari biara Siauw Liem (Shaolin) ini dari Yap Kie San selama 14 tahun. Beliau diterima sebagai murid bukan dengan cara biasa tetapi melalui pertarungan persahabatan dengan murid Yap Kie San. Melihat bakat Pak Dirdjo, Yap Kie San tergerak hatinya untuk menerimanya sebagai murid.

    Berbagai cobaan dan gemblengan beliau jalani dengan tekun sampai akhirnya berhasil mencapai puncak latihan ilmu silat dari Yap Kie San. Murid Yap Kie San yang sanggup bertahan hanya enam orang, di antaranya ada dua orang yang bukan orang Tionghoa, yaitu Pak Dirdjo dan R Brotosoetarjo yang di kemudian hari mendirikan perguruan silat Bima (Budaya Indonesia Mataram). Dengan bekal yang diperoleh selama merantau dan digabung dengan ilmu beladiri Siauw Liem Sie yang diterima dari Yap Kie San, Pak Dirdjo mulai merumuskan ilmu yang telah dikuasainya itu.

    Setelah puas merantau, beliau kembali ke tanah kelahirannya, Yogyakarta. Ki Hajar Dewantoro (Bapak Pendidikan) yang masih Pakde-nya, meminta Pak Dirdjo mengajar silat di lingkungan Perguruan Taman Siswa di Wirogunan. Di tengah kesibukannya mengajar silat di Taman Siswa, Pak Dirdjo mendapatkan pekerjaan sebagai Magazijn Meester di Pabrik Gula Plered.

    Pada tahun 1947 di Yogyakarta, Pak Dirdjo diangkat menjadi Pegawai Negeri pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Seksi Pencak Silat, yang dikepalai oleh Mochammad Djoemali. Berdasarkan misi yang diembannya untuk mengembangkan pencak silat, Pak Dirdjo membuka kursus silat melalui dinas untuk umum. Beliau juga diminta untuk mengajar di Himpunan Siswa Budaya, sebuah unit kegiatan mahasiswa UGM (Universitas Gadjah Mada). Murid-muridnya adalah para mahasiswa UGM pada awal-awal berdirinya kampus tersebut. Pak Dirdjo juga membuka kursus silat di kantornya. Beberapa murid Pak Dirdjo saat itu di antaranya adalah Ir Dalmono, Prof Dr Suyono Hadi dan RM Bambang Moediono Probokusumo yang di lingkungan keluarga silat Perisai Diri akrab dipanggil Mas Wuk.

    Tahun 1954 Pak Dirdjo diperbantukan ke Kantor Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Urusan Pencak Silat. Murid-murid beliau di Yogyakarta, baik yang berlatih di UGM maupun di luar UGM, bergabung menjadi satu dalam wadah HPPSI (Himpunan Penggemar Pencak Silat Indonesia) yang diketuai oleh Ir Dalmono.

    Tahun 1955 beliau resmi pindah dinas ke Kota Surabaya. Dengan tugas yang sama, yakni mengembangkan dan menyebarluaskan pencak silat sebagai budaya bangsa Indonesia, Pak Dirdjo membuka kursus silat yang diadakan di Kantor Kebudayaan Provinsi Jawa Timur, Surabaya. Dengan dibantu oleh Imam Ramelan, beliau mendirikan kursus silat PERISAI DIRI pada tanggal 2 Juli 1955.

    Para muridnya di Yogyakarta pun kemudian menyesuaikan diri menamakan himpunan mereka sebagai silat Perisai Diri. Di sisi lain, murid-murid perguruan silat Eko Kalbu yang pernah didirikan oleh Pak Dirdjo masih berhubungan dengan beliau. Mereka tersebar di kawasan Banyumas, Purworejo dan Yogyakarta. Hanya saja perguruan ini kemudian memang tidak berkembang, namun melebur dengan sendirinya ke silat Perisai Diri, sama seperti HPPSI di Yogyakarta. Satu guru menjadikan peleburan perguruan ini menjadi mudah.

    Pengalaman yang diperoleh selama merantau dan ilmu beladiri Siauw Liem Sie yang dikuasainya kemudian dicurahkannya dalam bentuk teknik yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan anatomi tubuh manusia, tanpa ada unsur memperkosa gerak. Semuanya berjalan secara alami dan dapat dibuktikan secara ilmiah. Dengan motto "Pandai Silat Tanpa Cedera", silat Perisai Diri diterima oleh berbagai lapisan masyarakat untuk dipelajari sebagai ilmu beladiri.

    Pada tahun 1969, murid Pak Dirdjo, Dr Suparjono, SH, MSi, menjadi staf Bidang Musyawarah PB PON VII di Surabaya. Dengan inspirasi dari AD/ART organisasi-organisasi di KONI Pusat yang sudah ada, Suparjono bersama Bambang Moediono Probokusumo, Totok Sumantoro, Mondo Satrio dan anggota Dewan Pendekar lainnya pada tahun 1970 menyusun AD/ART Perisai Diri dan nama lengkap organisasi silat Perisai Diri disetujui menjadi Keluarga Silat Nasional Indonesia PERISAI DIRI yang disingkat Kelatnas Indonesia PERISAI DIRI. Dimusyawarahkan juga mengenai pakaian seragam silat Perisai Diri yang baku, yang mana sebelumnya berwarna hitam dirubah menjadi putih dengan atribut tingkatan yang berubah beberapa kali hingga terakhir seperti yang dipakai saat ini. Lambang Kelatnas Indonesia Perisai Diri juga dibuat dari hasil usulan beberapa murid Pak Dirdjo, yaitu usulan gambar dari Suparjono, Both Sudargo dan Bambang Priyokuncoro, yang kemudian usulan dari Suparjono yang terpilih, kemudian disempurnakan dan dilengkapi oleh Pak Dirdjo.

    Tanggal 9 Mei 1983, RM Soebandiman Dirdjoatmodjo berpulang menghadap Sang Pencipta. Tanggung jawab untuk melanjutkan teknik dan pelatihan silat Perisai Diri beralih kepada para murid-muridnya yang kini telah menyebar ke seluruh pelosok tanah air dan beberapa negara di Eropa, Amerika dan Australia. Dengan di bawah koordinasi Ir Nanang Soemindarto sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat, saat ini Kelatnas Indonesia Perisai Diri memiliki cabang hampir di setiap provinsi di Indonesia serta memiliki komisariat di 10 negara lain. Untuk menghargai jasanya, pada tahun 1986 pemerintah Republik Indonesia menganugerahkan gelar Pendekar Purna Utama bagi RM Soebandiman Dirdjoatmodjo.

    Di Australia, Kelatnas Indonesia Perisai Diri mulai dikembangkan di Brisbane pada tahun 1979 oleh Dadan Muharam, seorang pelatih Perisai Diri Cabang Bandung. Perisai Diri berkembang pesat di Australia dengan cabang di berbagai daerah, di antaranya yaitu di Tarragindi, Kuraby, Logan, Ashmore, Burleigh Heads, Springbrook, Maleny, Nambour, Noosaville, Yandina, Gympie, Townsville, Coffs Harbour, Newcastle, Moruya Heads, Melbourne, Adelaide, Perth, dsb.

    Kelatnas Indonesia Perisai Diri juga dikembangkan di Belanda oleh Ronny Tjong A-Hung sejak tahun 1979. Saat ini Perisai Diri Belanda telah berkembang dengan tempat latihan di Amsterdam, Hilversum, Maarssen, Nieuwegein, Utrecht, dsb.

    Pada tahun 1983, salah satu pelatih silat Perisai Diri yaitu Otto Soeharjono MS pindah tugas ke London, Inggris. Beliau mendirikan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Komisariat Inggris Raya dan menjadi pelopor PSF UK (Pencak Silat Federation of United Kingdom).

    Both Sudargo, salah satu pendekar silat Perisai Diri yang pernah menjabat sebagai Pengurus Bidang Pembinaan Pencak Silat Olahraga PB IPSI, pada tahun 1996 ditugaskan oleh pemerintah sebagai Atase Perhubungan di Kedutaan Besar RI di Tokyo, Jepang. Di negeri yang dikenal sebagai pusat beladiri dunia ini, beliau berhasil mengembangkan pencak silat dengan mendirikan JAPSA (Japan Pencak Silat Association). Dengan dibantu oleh Soesilo Soedarmadji, beliau mendirikan Kelatnas Indonesia Perisai Diri Komisariat Jepang.

    Selain itu Kelatnas Indonesia Perisai Diri juga berkembang hingga ke Amerika Serikat, Jerman, Swiss, Perancis, Timor Leste, dsb.

    Kelatnas Indonesia Perisai Diri telah beberapa kali menggelar even kejuaraan internasional yang dikenal dengan nama Perisai Diri International Championship (PDIC), yaitu :
    - Invitasi Internasional Perisai Diri I di Semarang tahun 1991
    - Invitasi Internasional Perisai Diri II di Surabaya tahun 1995
    - 3rd Perisai Diri International Championship di Denpasar tahun 2003
    - 4th Perisai Diri International Championship di Yogyakarta tahun 2005
    - 5th Perisai Diri International Championship di Bandung tahun 2007
    - 6th Perisai Diri International Championship di Jakarta tahun 2010
    - 7th Perisai Diri International Championship di Samarinda tahun 2012
    - 8th Perisai Diri International Championship di Denpasar tahun 2014
    Even kejuaraan ini diagendakan setiap dua tahun sekali.


    Terakhir diubah oleh AgusWin tanggal Thu Dec 12, 2013 5:12 pm, total 2 kali diubah


    _________________

    panji
    Masih Belajar Posting
    Masih Belajar Posting

    Male Jumlah posting : 1
    Age : 32
    Lokasi : surabaya
    Registration date : 02.03.09

    Re: Shorinji Kempo

    Post  panji on Mon Mar 02, 2009 11:08 am

    Very Happy kpn neh kempo ngadain kumpul bareng2, salam bwt mbak endangggg

    bimalulus2005
    Rookie
    Rookie

    Jumlah posting : 11
    Lokasi : melanglang buana kemanapun takdir membawa
    Registration date : 28.06.09

    Re: Shorinji Kempo

    Post  bimalulus2005 on Mon Jun 29, 2009 1:06 am

    suangar ceritane rek.. heheheheh Very Happy

    AgusWin
    Menuju Tukang Komentar
    Menuju Tukang Komentar

    Male Jumlah posting : 74
    Lokasi : Batam Island
    Registration date : 09.09.08

    Re: Shorinji Kempo

    Post  AgusWin on Fri Jan 08, 2010 9:24 am

    bimalulus2005 wrote:suangar ceritane rek.. heheheheh Very Happy

    Gelem tak critani maneh tah ? Laughing


    _________________

    Chelvz
    Masih Belajar Posting
    Masih Belajar Posting

    Female Jumlah posting : 4
    Age : 21
    Lokasi : jombang..^^
    Registration date : 15.08.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  Chelvz on Wed Aug 25, 2010 1:30 pm

    bisa posting teknik" di bela diri shorinji kempo gk ?.. trimakasih.. Very Happy

    -chelvz- study lol!

    krisnadipayana
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 18
    Lokasi : Jombang
    Registration date : 26.09.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  krisnadipayana on Sun Sep 26, 2010 2:05 am

    SAYA DULU DIGEMBLENG SAMA (ALM) SINPEI ZUL... KANGEN SAMA BELIAU..

    Sad Sad Sad

    krisnadipayana
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 18
    Lokasi : Jombang
    Registration date : 26.09.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  krisnadipayana on Sun Sep 26, 2010 2:08 am

    KAPAN LATIHAN BARENG DI YONLINUD 503 MOJOSARI??

    krisnadipayana
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 18
    Lokasi : Jombang
    Registration date : 26.09.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  krisnadipayana on Sun Sep 26, 2010 2:09 am

    THREADNYA KOK SEPI GAN??

    ANE BANTU SUNDUL..

    UP UP UP UP


    bounce bounce bounce bounce

    krisnadipayana
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 18
    Lokasi : Jombang
    Registration date : 26.09.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  krisnadipayana on Sun Sep 26, 2010 2:15 am

    Beberapa jenis pukulan (ZUKI) dalam Shorinji Kempo : JODAN ZUKI, CHUDAN ZUKI, SOTO KIRI dll.....

    (JANGAN SUKA BERANTEM YA..)

    krisnadipayana
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 18
    Lokasi : Jombang
    Registration date : 26.09.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  krisnadipayana on Sun Sep 26, 2010 2:16 am

    YANG PALING UTAMA DALAM SHORINJI ADALAH KECEPATAN..!!

    krisnadipayana
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 18
    Lokasi : Jombang
    Registration date : 26.09.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  krisnadipayana on Sun Sep 26, 2010 2:17 am

    INGAT, JANGAN SEKALI-KALI KALIAN BERTARUNG DALAM KEADAAN MARAH.

    krisnadipayana
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 18
    Lokasi : Jombang
    Registration date : 26.09.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  krisnadipayana on Sun Sep 26, 2010 2:20 am

    BERPIKIR CEPAT TEPAT DENGAN OTAKMU, IKUTI INSTING DAN NALURI BERTARUNGMU DAN BIARKAN TUBUH MELEDAKKAN TENAGA SECARA TEPAT, KUAT DAN EFISIEN.

    zhozhouza
    Masih Belajar Posting
    Masih Belajar Posting

    Jumlah posting : 1
    Registration date : 30.10.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  zhozhouza on Sat Oct 30, 2010 5:58 pm

    wah ternyata Shorinji Kempo Dojo SMADA ada forum nya juga . . . Very Happy

    hehehe . . . (hasil search di google)

    Numpang nerame in aja !!!


    Ganbatte !!!

    lol!

    hisyam
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 14
    Lokasi : Sumobito
    Registration date : 10.02.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  hisyam on Tue Dec 07, 2010 1:58 pm

    zhozhouza wrote:wah ternyata Shorinji Kempo Dojo SMADA ada forum nya juga . . . Very Happy

    hehehe . . . (hasil search di google)

    Numpang nerame in aja !!!


    Ganbatte !!!

    lol!

    siip...!!!

    hisyam
    Rookie
    Rookie

    Male Jumlah posting : 14
    Lokasi : Sumobito
    Registration date : 10.02.10

    Re: Shorinji Kempo

    Post  hisyam on Tue Dec 07, 2010 2:01 pm

    krisnadipayana wrote:KAPAN LATIHAN BARENG DI YONLINUD 503 MOJOSARI??

    ayo maen ke SMADA...

    Sponsored content

    Re: Shorinji Kempo

    Post  Sponsored content Today at 1:03 pm


      Waktu sekarang Sun Dec 04, 2016 1:03 pm